Home

Published

- 1 min read

Keheningan yang Mencintaimu

img of Keheningan yang Mencintaimu

Keheningan yang Mencintaimu

Dunia itu selalu sibuk.
Orang datang dan pergi adalah fakta yang aku benci selalu.
Mengapa setiap orang yang kita temui itu tidak selamanya berada di samping kita?
Tak bisakah kita selalu bersama-sama?

Realita memang senang menamparku dengan keras.
Semua ekspektasiku selalu mengiris hatiku.
Kita sudah melewati banyak hal bersama, meskipun kita hanya sebatas teman.
Aku tahu kau telah bersama yang lain, tapi entah mengapa hatiku berharap kita masih bisa bersama?
Meskipun aku cerita ke Tuhan, itu tidak akan mengubah apapun bukan?

Kau dengannya memakai semacam bando rusa seperti sepasang kekasih.
Oh jadi kamu bisa kayak gitu di publik, ya?
Bukan berarti aku iri atau gimana.
Tapi itu menyakitiku dari dalam.

Aku ingat ketika dulu kita bertemu.
”Makasih ya, kamu baik deh”, adalah kata yang kau katakan pertama kali ketika aku membantumu.
Hanya dengan kata itu saja sudah membuatku memikirkanmu terus selama hampir 3 tahun.
Aku hanya ingin kau mengerti bahwa di dunia yang terus berjalan ini, aku akan selalu mencarimu.

Saat ini juga, apakah kau bahagia bersama orang lain?
Jika memungkinkan, aku berharap kau akan selalu berada di sisiku dan aku tak mau kau pergi kemana pun juga.
Kalau aku berkata seperti ini kepadamu langsung, itu tidak keren, bukan?
Jadi aku akan simpan ini semua, dan di dalam keheninganku, aku akan berkata bahwa aku mencintaimu selalu.