Published
- 1 min read
Rekam Jemari
Rekam Jemari
Aku teringat masa-masa itu,
Kala jemariku masih leluasa
Menyusuri jalan setapak di kepalamu
Menemukan kehangatan yang hanya ada di bawah sinar lampu
Aku teringat malam-malam itu,
Kala jarak hanya bisa dilipat oleh layar
Jemari kita bertukar cerita tanpa suara
Hingga tawa harus diredam dalam kesunyian
Dan aku teringat jemari kita
Yang berpelukan saat melintasi jalanan kota
Saling membagi hangat dan seolah berkata,
“Jangan lepaskan”
Maka kini jemari bertanya,
Jalan setapak mana lagi yang harus dia telusuri?
Tawa siapa lagi yang harus diredam dalam sunyi
Tangan siapa lagi yang bisa ia genggam di sini?
Kini semua tak ada jawabannya
Jemariku kini… kehilangan arah